Pages

ann-hirt.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 11 Mei 2014

Review : Phuket Backpacker Hostel


Setelah sekian lama ga posting akhinya saya bisa posting lagi yeeaayy. Kali ini saya mau share mengenai akomodasi ketika saya saya berkesempatan holiday ke Thailand dan Malaysia Januari kemarin, dengan tujuan Phuket, Phi-Phi, Krabi dan Kuala Lumpur. Karena beberapa kota otomatis tempat nginapnya pun tiap malam pindah-pindah. Dan saya pikir seru juga mereview masing-masing tempat nginap ini. Di post sebelumnya juga sudah dibahas untuk guesthouse di Krabi. Ini bukan post berbayar jadi review ini murni pengalaman saya tanpa maksud memuji atau menjelek-jelekkan.
Kota pertama yang saya singgahi adalah Phuket, disini saya menginap di Phuket Backpacker Hostel yang terletak di Ranong Road, Phuket Town. Terletak di samping pasar tradisional jadi suasananya selalu ramai dan gampang nyari makanan karena ada minimarket. Petugasnya sangat helpful walaupun agak sulit berbahasa Inggris, jadi termaafkan :D karena holiday kali ini kami berlima dan saya satu-satunya perempuan jadi saya ambil kamar yang private. Urusan booking penginapan dihandle teman saya yang pesan via Booking.com, jadi saya terima aja nginap dihostel mana asalkan kamar private hehehe belom siap tidur di dorm dengan orang asing.
Dengan harga sekitar Rp 250.000,- saya dapat kamar yang cukup luas,handuk,kamar mandi yang bersih dan  shower dengan air panas dan TV tapi pakai kipas angin dan wifi yang kencang. Cukuplah saya memang ga berekspektasi macam-macam.  
Menuju kamar dari lobi harus lewat ruang TV dan ada beberapa bule sedang asik nonton. Lurus aja langsung ketemu jejeran kamar private dengan taman kecil di depannya. Sementara dorm dari ruang TV belok kanan dan naik ke lantai atas.
Saya cukup puas dengan pelayanan dari hostel ini, cuma satu hal yang mengganggu yaitu ada anjing yang bebas bobo dan seliweran di ruang TV. Takut banget kalo lewat hihihi.
Pagi harinya keluar kamar langsung duduk-duduk di taman yang ternyata cukup lumayan buat jadi tempat foto-foto J

Berikut penampakan hostelnya :

Dinding Lobi

Bilyard Di Lobi, btw Gravitynya Bagus

Tempat Sarapan Di Lobi

Di Lobi Ada Mainan Juga Biar Ga Boring

TV di Kamar Saya

Kamar Mandiya Bersih



Lega Tidur  Sendirian :D

Action di Taman Depan Kamar Sambil Cemal-Cemil

Semoga post ini bisa manfaat buat yang baca yang mungkin sedang cari akomodasi di Phuket atau sekedar ngumpulin referensi :)






Senin, 10 Februari 2014

Pengalaman Pertama Menginap Di Guesthouse

Selama ini setiap bepergian biasanya saya menginap di budget hotel ataupun hostel. Namun ketika pergi ke Krabi Thailand, teman saya memilih guesthouse untuk menginap. Saya cukup exciting karena belum pernah dan pengen tahu rasanya menginap di guesthouse.  Guesthouse yang kami pilih adalah No.7 Guesthouse yang beralamat di 7 Kongka Road,A. Muang Krabi Town.
Guesthouse ini mudah ditemukan karena ada dipusat kota, dari luar keliatan seperti ruko-ruko gitu. Lobinya cukup cantik dengan dominasi warna kehijau-hijauan dan banyak gambar yang dipajang.
Resepsionisnya seorang ibu paruh baya dengan bahasa Inggris terbatas tapi sangat ramah dan helpful. Bookingan kami sempat bermasalah, kami membooking via Booking.com tapi nggak pernah mengkonfirmasi ke pihak guesthouse. Jadi entah bagaimana kamar yang tercatat bookingannya hanya kamar saya sementara 1 kamar tipe family room untuk keempat teman saya tidak tercatat. kocar-kacir dunk si ibu, kelilinglah dia ke penginapan sekitar mencari kamar untuk teman-teman saya. Mungkin tipe kamar itu sudah penuh di guesthouse ini, dan siap-siap berpisah penginapan dengan mereka hehehe. Setelah menunggu agak lama dan nampaknya semua penginapan sekeliling sudah penuh, jadilah teman-teman saya ini dapat tipe kamar yang seperti saya dengan ditambah extrabed. Kamar saya super luas dan super bersih  berAC dengan kamar mandi di dalam tapi nggak ada tv, karena di lantai 2 sudah disediakan TV untuk para tamu guesthouse, ruangannya super besar dengan aneka DVD, komputer, dan majalah-majalah. 
Guesthouse ini benar-benar seperti rumah, naik ke lantai atas menuju kamar harus buka sepatu, dan terrnyata bangunannya memanjang ke belakang, bersihnya itu loh bersih banget.
Selain kunci kamar kami juga dapat kunci pintu depan, guesthouse tutup dan akan dikunci jam 10 malam, jadi kalau kami pulang diatas jam segitu tetap bisa masuk ke penginapan. Seru yah...
Guesthouse ini harganya terjangkau, recommended lah dan saya senang banget bisa menginap di sini. Buat saya sih ini pengalaman pertama yang sangat sangat menyenangkan :D
Oya, berikut foto-foto penampakan guesthousenya .....

Resepsionis, Ibu Yang Berkacamata Ramah Banget

Lukisan Di Lobby

Lobby

Desain Lobby Yang Cantik

Papan Iklan Guesthouse


Kamar Mandi Yang Super Bersih
Lemari Kamar Yang Tinggi Dan Panjang Banget
Kamar Tidur Saya Yang Luas Banget

Minggu, 09 Februari 2014

3 Kota 2 Negara : Last Stop Kuala Lumpur

Ga berasa udah 2 bulan ga update blog sama sekali blogwalking pun jarang banget, karena sibuk nyari duit hehe.
Mumpung ada waktu saya mau nerusin rangkaian cerita 3 Kota 2 Negara, yaitu kota terakhir Kuala Lumpur.
Di Kuala Lumpur saya singgah selama 2 hari, sempat ke beberapa tempat yang emang turistik banget hehehe. Sejujurnya saya lupa urutan tempat-tempat yang saya kunjungi , gapapa lah ya ceritanya ga berurutan.
1    1.  Batu Caves
Tempat ini mudah banget dijangkau dari KL Sentral dengan naik KTM Komuter, stasiun paling ujung namanya stasiun Batu Caves. Keluar stasiun langsung pintu masuk Batu Caves. Tempat ini merupakan tempat ibadah umat Hindu,dimana ada patung Murugan Hindu yang besar dan menurut Wikipedia merupakan patung Murugan tertinggi di dunia. Ketika saya datang sedang ada ibadah, jadi rame banget. Banyak lapak-lapak pedagang juga. Di belakang patung ada tangga yang tinggi banget entah berapa jumlah anak tangganya, tangga ini menuju gua tempat ibadah umat Hindu. Sepanjang tangga banyak kera berkeliaran dan saya ga sanggup nyampe gua, setengah perjalananpun juga nggak hihihihi ga kuat.

Salah Satu Kuil

Patung Murugan

Tangga Menuju Gua

Aneka Warung Tenda

2    2.   Menara Kuala Lumpur
Tempat ini menurut saya biasa aja, tower  yang ujungnya bisa kita naiki untuk melihat pemandangan kota seperti Monas. Tapi saya ga naik keatas juga karena berasa mahal yaitu MYR 99 jadi saya main ditamannya aja lihat-lihat rumah adat Malaysia.  Banyak toko souvenir juga di dalem gedungnya.
Menara Kuala Lumpur

3    3.   Genting 
 Ini yang agak jauh dari Kuala Lumpur, sekitar 1 jam perjalanan dengan Bus Khusus Resort World Genting yang jam-jam berangkatnya pun tertentu. Setelah turun bus kita harus nyambung dengan naik Kereta gantung seperti di Taman Mini atau Ancol. Genting ini berada di ketinggian jadi udaranya dingin. Di sana saya ga keliling ujung ke ujung sih karena agak bingung ama tempatnya hahahaha. Ada hotel, taman bermain, took-toko, dan museum. Setelah foto-foto ya udah balik aja hahaha..
Bus Resort World Genting
Salah Satu Hotel Di Genting

Pemandangan Menuju Genting
Kereta Gantung ^^

4    4.   Central Market dan Petaling Street
Tempat ini merupakan tempat belanja, Central Market isinya agak etnik gitu, banyak juga toko oleh-oleh disini, disamping Central Market ada jalan terbuka dengan toko-toko souvenir juga yang disebut Kasturi Walk. Harga souvenirnya lumayan terjangkau. Ga jauh dari Central Market sekitar 5 menit  jalan kaki ada juga tempat belanja yang terkenal namanya Petaling Street. Kalau menurut saya bentuknya mirip-mirip dikit dengan Pasar Baroe di Jakarta.
Central Market

5    5.   Petronas Tower
Semua orang pasti tahu tower yang satu ini karena emang tower ini icon kota Kuala Lumpur. Rasanya ga afdol kalo ke Kuala Lumpur tapi ga berkunjung ke sini. Tujuan saya ya sama, buat mengafdolkan kunjungan saya hahahaha. Foto-foto jadi hal wajib buat dilakukan, selebihnya ya jalan-jalan di dalem mall yang ada di gedung ini.
Gedungnya Lebih Cantik Di Malam Hari

6    6.   Musium Tekstil, KL Galery, Perpustakaan Kuala Lumpur dan Masjid Jamek
Tempat ini letaknya berdekatan , yaitu sekitaran lapangan Merdeka, kecuali Masjid Jamek agak jauh tapi bisa di tempuh dengan jalan kaki. Masuk ke Musium Tekstil ini gratis, musiumnya bersih dan terawat, salut. Isinya berkisar tentang perkembangan tekstil di Malaysia dan disebutkan bahwa beberapa daerah di Indonesia berperan dalam perkembangan sejarah tekstil Malaysia. 
Depan Musium

KL Galery berisi foto-foto dan maket bangunan  yang memiliki nilai sejarah di Kuala Lumpur, disini juga kita bisa melihat langsung pembuatan semacam maket bangunan dari kayu-kayu yang kecil, pembuatannya pasti membutuhkan ketelatenan dan ketelitian tingkat tinggi.

Miniatur Masjid Jamek Dengan Sejarahnya 

Nyebutnya maket atau apa ya?

Workshop

Berdampingan dengan KL Galery ada perpustakaan Kuala Lumpur, bener-bener tempat yang bagus dan nyaman buat baca buku dan belajar, bangkunya ada yang bentuk sofa juga, enakkk empuk hihihi.

Masjid Jamek ketika saya kesana sedang ditutup karena sedang ada perbaikan, kecewa! Tapi mau gimana lagi, jadinya cuma lewat aja dan foto dari stasiun kereta aja.

Megah Banget Gedungnya

Masjid Jamek 

Gedung Kementerian Sekitaran Lapangan Merdeka

Kamis, 28 November 2013

3 Kota 2 Negara : Nyobain Naik Sleeper Train Butterworth – KL

Hampir 2 bulan ga update blog, sibuk nyari pundi-pundi buat long trip berikutnya hihihi. Dan sekarang baru sempet buat update lagi, di post ini saya mau share pengalaman pertama naik kereta sleeper dari kota Butterworth ke Kuala Lumpur.
Saya emang bukan pengguna rutin kereta, jadi dipastikan jarang banget naik kereta, bisa dihitung dengan jari tangan berapa kali saya naik kereta, itupun kereta ekonomi jurusan Bogor, tapi belom lama ini akhirnya saya naik kereta ke Bandung, Yeayy…
Lanjut ke tema semula, jadi setelah keliling seharian di George Town Penang, sekitaran magrib kami nyebrang ke Butterworth untuk lanjut ke Kuala Lumpur, dari pelabuhan cukup jalan kaki 5 menitan menuju stasiun kereta Butterworth. Banyak juga bus malam yang parkir cari penumpang menuju Kuala Lumpur. Ketika itu lagi ada perbaikan disekitar stasiun jadinya agak serem-serem dikit hehehe.
Masuk ke sebuah bangunan kecil ternyata itu tempat beli tiket dan ruang tunggu, langsung konfirmasi ulang ke petugasnya mastiin tiket kita valid. Nunggu sekitar 3 jam, mulai dari jajan pop mie buatan Malaysia, ngobrolin penumpang lain yang lagi nunggu juga, main hape akhirnya tibalah saatnya boarding ke kereta. Saya excited banget penasaran seperti apa sleeper train itu. Bentuk luarnya sih sama aja seperti kereta disini,pas masuk gerbong sesuai di tiket berjejerlah tempat tidur bertingkat. Jadi ternyata ga semua gerbongnya sleeper.

Ticket Counter

bersih yah...

Tertera di tiket tempat tidur saya no. 12 gerbong S6, dan teman saya no. 11, ternyata tiket saya lebih mahal 6 ringgit daripada teman saya, mungkin karena tempat tidur saya terletak dibawah sedang teman saya diatas hihihi.
Seprei dan  bantal   rapih dan bersih ada tirai penutup juga. Bisalah saya tidur nyenyak dengan keadaan kaya gini hahaha. Sempet kenalan juga sama mahasiswi yang mau mudik di KL, mulailah tanya-tanya seputar sleeper train dan kota Kuala Lumpur. Jadi lama perjalanan ke KL sekitaran 7 jam  dan kalau bawa koper bisa ditaruh di lorong aja, ga hilang katanya, kalau tas tangan, ransel atau yang ada isi berharganya taruh diatas kasur aja, dekap sambil tidur hehehehe.

lumayan empuk kasurnya :D
Petugas cek cek tiket penumpang, keretapun jalan dan mulai para penumpang tutup tirai masing-masing, tidurrrrr… sayapun ga ketinggalan langsung tidur, cape banget seharian penuh main di George Town. Sempet 2-3 kali kebangun mastiin ransel saya masih nyangkut ditangan, takut ilang hahaha. Keretanya ga terlalu cepat jalannya sekitar pukul 7 sampailah di KL Sentral. Horeee Welcome to Kuala Lumpur.
Cerita jalan-jalan di KL akan menyusul di next post J


Selasa, 08 Oktober 2013

3 Kota 2 Negara : Seharian Di Penang


Masih dari rangkaian cerita trip 3 Kota 2 Negara yang terdiri dari 3 Kota 2 Negara : First Stop Singapura dan Naik Bus Malam Singapura-Penang selanjutnya adalah cerita selama seharian main di kota George Town, Penang.
Untuk trip Penang ini itinenarynya dihandle oleh teman saya, jadi saya tinggal ikutin aja kemananya.Pagi buta sudah sampai di terminal Sungai Nibong, masih sepi banget jadi kami cari musolah buat solat subuh ama ganti baju. Ga apa-apalah ga mandi yang penting cuci muka, gosok gigi dan ganti baju biar pas poto tetep kinclong hahaha...Di Penang inikan cuma seharian aja, tapi bakalan gempor juga punggung ini kalo bawa ransel kemana-mana. Ransel saya ransel biasa kaya buat ke sekolah tapikan tetep aja berat dan kurang bebas gerak. Jadilah kami berpikir untuk cari penitipan tas di terminal itu biar badan lebih ringan bergerak, cukup pake tas selempang aja. Nyari-nyari ga ketemu, kemudian kita ke toilet deket musolah dan ternyata penjaganya itu orang Indonesia. wahhhh langsung kenalan dan ngobrol deh. Namanya Mba Sri asal Jawa, ramah orangnya dan dia menginfokan kalo kita bisa menitipkan tas di konter penjualan tiket bus Sri Maju yang ada di terminal ini. Info ini berarti banget dunk buat kita hihihi, langsung datangin konternya dan seorang ibu yang kita panggil Makcik Ana mengijinkan karena kami kan naik Sri Maju dari Singapura, yes gratis pula :)
Untuk menuju kota George Town kita harus naik bus lagi dari terminal ini, ada dua nomor bus, yang kami naiki bus RapidPenang no 301 (kalo ga salah) intinya bus yang melewati Komtar (Komplek Tun Abdul Razak) yang harus kami naiki. Bus disana kita harus bayar ke supirnya dengan menyebutkan tempat tujuan dan supirnya langsung ngasih kuitansi kecil gitu.
Setelah berbingung-bingung ria di Komtar karena ternyata harus nyambung lagi dengan bus gratis kodenya MPPP,  akhirnya sampai juga di kota George Town yang penuh dengan bangunan tua. Kota ini masuk dalam daftar UNESCO World Heritage.
Bangunan tuanya seh masih ori kolonial gitu tapi cuacanya panas banget, sempet mampir ke Masjid Kapitan Keling buat sholat zuhur sekalian ngadem.
Komtar
Add caption

Town Hall di Padang Kota Lama

City Hall di Padang Kota Lama
bangunan ini diantara City Hall dan Town Hall
Masjid Kapitan Keling :)


Suasana di George Town

St. George Church
Bangunan tua depan St. George Church, kayaknya kantor pemerintahan
Saya seh ga yang terlalu kagum gimana gitu sih hehehe, apalagi saya juga liat banyak tempat yang kumuh, jadi ya biasa aja, tetep bagusan tempat-tempat di Indonesia.
Sempet juga nyicip rujak beli di Padang Kota Lama, tulisan di spanduk mobil penjualnya sih tertulis "Rojak Menjerit" yang mungkin artinya pedas sekali, tapi pas dicicipin jauh banget dari rasa pedas, manis banget malah hahaha.
Mobil penjual rujak

Rujak yang manis :))
Kelar keliling seharian, kami lanjut ke pelabuhan jetty untuk nyebrang ke Butterworth mau ngejar kereta malam menuju Kuala Lumpur. Dan ternyata naik ferrynya gratis lama perjalanan cukup 15 menit aja. Oya ferrynya bayar kalo kita naik dari Butterwoth ke Pulau Penangnya alias arah sebaliknya, bayar 1,2 RM. Dari pelabuhan Butterworth cukup jalan kaki 5-10 menit menuju stasiun kereta Butterworth. Ga sabar mau nyobain sleeper train menuju Kuala Lumpur.
suasana di dalam ferry menuju Butterworth


Sabtu, 07 September 2013

3 Kota 2 Negara : Naik Bus Malam Singapura-Penang

Kelar trip di Singapura selama 2 hari 1 malam, kami lanjut ke destinasi berikutnya yaitu Penang. Dari Singapura naik bus malam. operator yang kami pilih adalah bus Sri Maju. pangkalannya di Golden Miles Complex di daerah Lavender. Banyak operator bus menuju berbagai kota di Malaysia berangkat dari sini.
Golden Miles Complex itu seperti pertokoan yang di lantai dasarnya banyak operator bus atau semacam travel agent gitu. kita pun check in dan di ujung bangunan itu banyak bus parkir, dan disanalah bus kami sudah standby. saya perhatikan bus-busnya bagus semua, lebih tinggi bahkan ada yang dua lantai. saya jadi penasaran gimana bentuknya bus yang akan saya naiki ini. ternyata parkir di belakang, supir dan keneknya udah siap di dalam bus. pas masuk dari pintu depan langsung ada tangga, jadi bangku penumpang itu jauh lebih tingga dari bangku supir. dan tempat supir itu ketutup atasnya. pantesan bus-bus nya tinggi-tinggi banget karena desainnya seperti itu. tapi bus saya ini walaupun tinggi ga tingkat untuk penumpangnya, mungkin bagasi dibawah lebih besar kali ya dari bus yang ada di negara kita. formasi bangkunya 2 di kanan dan 1 kiri. saya dapet duduk paling depan. no. 1 dan 2. dengan kaca depan yang luas banget, "seger juga mata liat pemandangan nanti" begitu pikir saya, padahal ujung-ujungnya tidur sepanjang jalan hahahaha.

Bus Sri Maju, baru sampe di terminal Sungai Nibong, masih gelap
Jam 9 malam bus berangkat menuju perbatasan cukup dengan waktu 30 menit kita sampai di imigrasi Singapura. semua orang tuh ampe lari-lari giu, heran, biar cepet kali ya..ya udah ikut lari-larian tanpa banyak tanya si mbak petugas imigrasi mencap paspor saya dan kita langsung menuju bus yang udah nungguin kita. oya di imigrasi ini saya perhatiin yang bawa koper dan naruh dibagasi ga dibawa tuh kopernya. semuanya cuma  bawa badan dan ransel aja sama kaya saya.  dan semua orang tertib di imigrasi Singapura ini jadinya proses berjalan cepat. lima menit kemudian kita sampai di imigrasi Malaysia, Pak supirnya menginfokan kita bahwa bagasi harus dibawa masuk imigrasi. petugasnya tanpa cingcong langsung mencap paspor saya dan setela itu semua orang grabak  grubuk ga karuan pengen duluan diperiksa barangnya, jadi cuma ada 1 jalur aja, sedangkan penumpang banyak banget, ga pake antri deh persis disini. petugasnya juga ga perhatiin komputer X-ray nya gitu malah sibuk main hape -__-
kelar masuk bus lagi dan..Welcome To Malaysia... dan lanjut tidur ampe tiba di Penang :D

Terminal Sungai Nibong, Penang



 
www.blogtopsites.com/travel/" title="Travel Blogs" target="_blank">www.blogtopsites.com/v_161722.gif" alt="Travel Blogs" />
www.blogtopsites.com" style="font-size:10px;">blog directory